Home » Dunia Ilmiah » Skripsi Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nila-Nilai Agama Pada Anak Usia Pra Sekolah

Skripsi Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nila-Nilai Agama Pada AnakMakalah Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nila-Nilai Agama Pada Anak. Buat anda yang sedang mencari Referensi Skripsi Pendidikan berikut ini saya mempunyai Referensi Skripsi Pendidikan yang berjudul “Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nila-Nilai Agama Pada Anak Usia Pra Sekolah” perlu anda ketahui bahwa skripsi berikut ini benar-benar sudah komplet. Jika anda tertarik dengan skripsi berikut ini anda dapat menghubungi saya melalui kolom Hubungi Saya diatas. Sekian dan terima kasih.

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Orang tua mempunyai posisi sebagai pemimpin keluarga atau rumah tangga. Orang tua sebagai pembentuk pribadi utama dalam kehidupan anak. “kepribadian orang tua, sikap dan tata cara hidup mereka merupakan unsur-unsur pendidikan yang tidak langsung yang dengan sendirinya akan masuk dalam pribadi anak yang sedang tumbuh”.

Orang tua sebagai individu sekaligus anggota keluarga sangat berperan dalam pembentukan pribadi anak, karena orang tua adalah panutan dan cermin yang pertama kali mereka lihat dan mereka tiru sebelum mereka berpaling kepada lingkungan sekitarnya.

Pada hakikatnya keluarga (orang tua) merupakan temnpat pertama dan yang utama bagi anak untuk memperoleh pembinaan mental dan pembentukan kepribadian yang kemudian ditambah dan disempurnakan oleh sekolah. Begitu pula halnya pendidikan agama harus dilakukan oleh orang tua sewaktu kanak-kanak dengan membiasakannya pada akhlak dan tingkah laku yang diajarkan agama. Keluarga merupakan basis segala segi yang berhubungan dengan pendidikan, baik pendidikan rohani, sosial, fisik dan mental.

Di dalam upaya mengembangkan dan menuntun pertumbuhan anak Orang tua mempunyai peran yang teramat penting. Di atas pundak mereka berdua terletak tugas berat yang harus dijalankan sebagai satu tangung jawab penting. Pendidikan agama yang mengajarkan orang harus hidup shaleh, jujur dan bertanggung jawab harus dimulai dari lingkungan keluarga dalam hal ini orang tua, orang tua memegang peranan yang tiada duanya.

Perkembangan agama dengan sendirinya sangat bergantung pada penghayatan orang tua terhadap norma-norma kesusilaan dan agama orang tua tersebut. Dalam artian anak bukan akan mengalami perkembangan kesusilaan dan dan agama seperti yang diharapkan, dianjurkan atau diperintahkan oleh orang tuanya, melainkan anak akan mengalami perkembangan itu menurut bagimana orang tua berbuat tentang norma-norma kesusilaan dan agama. Anak tidak akan bersungguh-sungguh melakukan sesuatu peraturan, kalau orang tua melakukannya. Hal ini terjadi karena pada diri anak terdapat kesangsian akan kebenaran dan keharusan untuk mematuhi peraturan tersebut.

Suatu pendidikan agama yang baik bisa membantu untuk memberi batas-batas tertentu. Sesungguhnya mendidik bertujuan membimbing manusia kearah kedewasaan supaya anak didik dapat memperoleh kesombangan antara perasaan dan akal budinya serta dapat diwujudkan secara seimbang pula dalam perbuatan konkret. Begitu pula pendidikan agama, bisa membawa anak kedalam alam kedewasaan Iman yang seimbang antara rohani dan jasmani.

Apabila mereka sudah seimbang dalam dua aspek ini, maka penghayatan agamanya pun berjalan harmonis antara doktrin agama dengan penghayatan konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Memung, sekarang ini terdapat kecenderungan, bahwa pendidikan agama dalam keluarga kurang mendapat perhatian. Orang tua kurang berperan dalam mengarahkan anaknya terhadap pendidikan agama ini.

Anak-anak dibiarkan sendiri mencari dan menghayati agamanya. Anak dibiarkan dan berkembang menjadi dewasa tanpa dibekali pendidikan agama. Pengetahuan sekuler, pengetahuan keterampilan ditekankan benar untuk dikuasai oleh anak-anak. Hal ini didasarkan anggapan bahwa pendidikan semacam ini sangat penting sebagai bekal hidupnya kelak. Pendidikan agama kurang praktis, bahkan sama sekali dianggap tidak perlu.

Bila pendidikan agama tidak diberikan kepada anak-anak sejak kecil rnaka akan mengakibatkan hal-hal seperti:

  • Mudah melakukan segala sesuatu menurut dorongan dan keinginan jiwanya tanpa memperhatikan norma-norma atau hukum-bukum yang berlaku.
  • Tidak terdapat unsur-unsur agama dalam kepriadiannya, sehinngga sulit baginya untuk menerima ajaran agama bila ia sudah dewasa.

Sebaliknya, jika dalam kepribadian seseorang terdapat nilai-nilai agama, maka segala keinginan dan kebutuhan bisa dipenuhi dengan cara yang wajar dan tidak melanggar hukum-hukum agama.

Pendidikan agama erat kaitannya dengan aspek lain dalam pendidikan keluarga. Pendidikan agama bisa dijadikan Fundamen atau dasar mental bagi anak dan menjadi bagian dari cara berfikir serta cara bersikap terhadap semua aspek kehidupan yang dihadapi anak. Namun demikian, perlu di sadari bahwa masa depan anak tidak hanya memerlukun moralitas religius semata. Ia juga memerlukan keterampilan serta kecakapan dalam perjuangan hidupnya. Untuk itu ia perlu pula dibekali keterampilan dan kecakapan lainnya.

Oleh karena itu diharapkan adanya sebuah keluarga yang harmonis, dimana orang tua mampu memberikan perhatian mengenai pertumbuhan anak, emosi dan perilaku gejala-gejala lainnya. Orang tua tidak hanya memberikan kebutuhan jasmani semata. Sehingga terbentuk pribadi yang sehat jasmani dan rohani.

“Orang tua harus meningkatkan kualitas anak dengan menanamkan nilai-nilai yang baik dan akhlak yang mulia disertai ilmu pengetahuan agar dapat tumbuh menjadi manusia yang dapat mengetahui kewajiban dan hak-haknya, jadi tugas orang tua tidak hanya sekedar menjadi perantara adanya makhluk baru dengan kelahiran tetapi juga mendidik dan memeliharanya.”

Perhatian utama orang tua yaitu berupaya memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan anaknya, terutama kebutuhan jasmani, sebab kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup mereka. Namun orang tua juga berusaha dengan sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan rohaninya dengan cara mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang senantiasa bahagia, sukses dalam hidup dan pendidikannya.

Anak bagi orang tua merupakan amanat Allah SWT. Dan tanggung jawabnya kepada Allah SWT untuk mendidiknya, mengisi fitrahnya dengan karimah, iman dan amal saleh. Dalam hal ini orang tua mengisinya dengan iman dan amal saleh dengan metode yang tepat untuk tiap tahapan.

Pada saat baru dilahirkan, manusia merupakan mahluk yang paling lemah, karena ia tidak akan mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang lain terutama ibunya. Berbeda dengan yang lain, sekalipun tanpa bantuan induknya ataupun bantuan yang lain hewan masih mampu berjuang sendiri mempertahankan kehidupan sampai beranjak dewasa. Di dalam Al Quran surat An-Nahl ayat 78 dijelaskan sebagai berikut:

Artinya : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl : 78)

Bahwa setiap manusia pada saat di lahirkan tidak mengetahui apa-apa kemudian Allah memberikan sejumlah potensi yang dapat di aktifkan melalui pendengaran, penglihatan, dan hati. Potensi itu akan dapat berkembang secara optimal dengan bantuan orang lain dalam keluarga. Keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama dan  utama.  Karenanya keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan.

Menyadari akan pentingnyu mendidik anak, maka setiap orang tua yang telah diberi amanah berupa anak baik laki-laki maupun perempuan atau juga kedua-duanya harus senantiasa memperhatikan rambu-rambu agama sebagaimana telah digariskan oleh Rasululllah SAW di dalam berbagai sabdanya. Di samping itu, orang tua juga harus mampu memahami fisik kejiwaan anak agar lebih mudah memahami permasalahan dalam mengarahkan kemajuan putra-putrinya.

Pada kenyataannya, mendidik anak memang terasa berat, apalagi ketika muncul masa-masa menentangnya. Banyak orang tua yang dalam kesehariannya kurang mampu mengendalikan emosi dan menjaga kesabarannya, sehingga tidak dapat membina anak secara baik. Seringkali orang tua merasa paling tahu dan berkuasa, memaksakan kehendaknya sendiri kepada anak dalam segala hal. Sehingga anak merasa terkekang dan kehilangan kemerdekaaanya. Namun, sebaliknya ada juga diantara orang tua yang memberikan kebebasan seluas-luasnya pada anak bahkan terkesan berlebihan, sehingga perilaku anak menjadi “liar” dan tak dikendali di luar kontrol orang tua.

Pada masa sekarang ini, terlalu banyak orang tua yang tidak menyadari tanggung jawab penting mendidik anak. Dan seolah-olah mereka kurang menaruh perhatian dan lalai sama sekali. Bagaimanakah kita bisa mengharapkan generasi manusia yang lebih baik, jika orang tua lalai mendidik putra-putrinya?. Sebagaimana yang kita saksikan dewesa ini, begitu banyak anak yang mengalami frustasi, lalu melakukan tindakan-tindakan kenakalan dan kejahatan di tengah-tengah masyarakat sebagai akibat kelalaian orang tua.

Dan jika orang tua sekarang kurang memberi perhatian pada anak, maka sudah jelas generasi manusia mendatang akan semakin bobrok moralnya, dan semakin gawat dunia ini.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penulis merasa tertarik untuk mengangkat sebuah karya ilmiah dengan judul “PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH

Pembatasan dan Rumusan Masalah

Pembatasan Masalah

Agar penulisan skripsi ini mempunyai arah dan tujuan yang jelas, maka penulis membatasi masalah tersebut sebagai berikut:

  • Peran orang tua adalah tindakan orang tua terhadap anaknya baik dalam mendidik, menghidupi, dan melindungi.. Dan yang dimaksud dengan peran orang tua dalam skripsi ini adalah upaya yang dilakukan orang tua baik ayah maupun ibu dalam menanamkan nilai-nilai agama.
  • Penanaman nilai-nilai agama yang dimaksud ialah suatu usaha yang sunngguh-sungguh dan konsisten dengan metode-metode yang sesuai dengan psikologi anak, sehingga orang tua dengan mudah menanamkan nilai-nilai agama tersebut.
  • Anak yang dimaksud dengan pra sekolah adalah berkisar antara 0-6 tahun.

Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang dan pembahasan masalah di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  • Bagaimana karakter anak pada usia pra sekolah?
  • Apa nilai-nilai agama yang harus di tanamkan oleh orang tua kedalam diri anak?,
  • Bagaimana peran orang tua terhadap pendidikan agama anak usia pra sekolah?
  • Bagaimanakah cara-cara menanamkan nilai-nilai agama tersebut?

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode book reseach atau studi kepustakaan, yang dimaksud dengan studi kepustakaan adalah survey terhadap buku-buku, bahan bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian. Metode ini digunakan karena masalahnya berkaitan dengan masalah teoritik dengan judul di atas. Dan supaya diperoleh literatur-literatur yang ada sebagai sumber kajian dan pembahasan dapat menunjukan fakta yang berhubungan secara logis agar menghasilkan suatu kesimpulan yang bersifat kualitatif. Disamping itu pula didasarkan pada pertimbangan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi di balik fenomena (syntum, gejala) yang kadang merupakan sesuatu yang sulit untuk diketahui dan dipahami serta dapat memberikan jawaban terhadap masalah dan tujuan penelitian.

Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Jenis Data

Jenis data yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang berupa data-data kepustakaan, yaitu data mengenai peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia pra sekolah.

Sumber Data

Sumber data yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Literartur ini terdiri dari:

Sumber primer (primary sources)

Diantara sumber primer yang akan digunakan oleh penulis adalah karya dari:

Prof. DR. H. Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul, dalam buku ini dibahas tentang: periode perkembangan keagamaan anak.

Ramayulis, dkk., Pendidikan Islam Dalam Rumah Tangga, dalam  buku ini dibahas tentang: peran orang tua dalam pendidikan anak, hak dan kewajiban orang tua terhadap anak.

Prof.Dr.Hj. Zakiah Daradjat, Pendidikan Islam Dalam Rumah Tangga dan Sekolah, dalam buku ini dibahas tentang: nilai-nilai pendidikan Islam, metode mendidik anak, karakter anak usia pra sekolah dan ciri-ciri anak usia pra sekolah.

DR. Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Anak Dalam Islam, dalam buku ini dibahas tentang metode pendidikan terhadap anak.

Elizabeth B. Hurlock, Developmental Psychology, Fifth Edition, Alih Bahasa  Istiwidayanti,   Psikologi   Perkembangan;   Suatu  Pendekatan Sepanjang Rentang  Kehidupan, dalam buku ini dibahas tentang ciri-ciri awal masa kanak-kanak, karakter awal    masa kanak-kanak, perkembangan moral awal masa kanak-kanak, kepribadian awal masa kanak-kanak.

Sumber sekunder (secondary sources)

Data sekunder yang merupakan buku-buku penunjang ataupun pembanding terhadap judul yang akan diteliti, seperti:

  • Psikologi Perkembangan oleh Alisuf Sabri
  • Islam dan Psikologi oleh Nely Hartati, Zahratun Nihayah, Abdurahman Saleh, Asep
  • Keluarga Sakinah oleh H.Abdul Qadir Djaelani
  • Pengantar umum psikologi oleh DR. Sarlito Wirawan Sarwono.
  • Agar tak salah mendidik anak oleh Ibrahim Amini
  • Kelahirkan anak Masya Allah oleh Muhammad Sa’id Mursi
  • Mendidik anak secara Islam oleh Jaudah Muhammad Awwad

Untuk mebngkapi penelitian ini, penulis mengambil data dari artikel-artikel pendidikan seperti:

  • Juinal Tahzib yang dikeluarkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Jurnal Pendidikan Islam
  • Majalah Suara Islam

Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kepustakaan, teknik yang sering digunakan adalah teknik studi dokumentasi. Studi dokumentasi ini bertujuan untuk memilih data-data kepustakaan yang diperlukan. Teknik ini juga bertujuan untuk mengungkap dan menguraikan data yang ada. Adapun yang dimaksud dengan dokumen dalam penelitian ini adalah buku-buku atau literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.

Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan mengorganisasikan data kedalam susunan tertentu dalam rangka penginterpretasian data untuk menjawab masalah yang diteliti. Setelah data-data penelitian terkumpul, dilakukanlah proses analisis yang memerlukan kejelian. Dalam proses analisis data terbagi beberapa tahapan.

Reduksi Data

Dalam   penelitian   kepustakaan,   data   yang   diperoleh   cukup        banyak dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah terus. Maka dari itu untuk menghindari menumpuknya data, dilakukanlah proses reduksi data yang bertujuan untuk memadatkan intisari.

Display Data

Setelah data direduksi tahap selanjutnya ialah proses analisis dengan melakukan proses display data. Proses ini dilakukan dengan membuat kategorisasi atau mengelompokan data kepada kategori-kategori tertentu.

Interpretasi Data

Tahap terakhir dari proses analisis data adalah proses interpretasi terhadap data-data yang telah tersusun. Metode ini deterapkan untuk menangkap makna peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia pra sokolah.

Adapun buku petunjuk yang dipakai dalam penulisan skripsi ini penulis berperdoman kepada “Pecloman Penulisan Skripsi, 2007″ yang diterbitkan STIT INSIDA.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengetahui karakteristik anak usia pra sekolah, dengan begitu dapat memberikan ke mudahan bagi para orang tua dalam mendidik mereka.
  • Untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang harus ditanamkan terhadap anak usia pra sekolah
  • Untuk mengetahui cara-cara yang tepat dalam menanamkan nilai-nilai tersebut
  • Untuk mengetahui peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia pra sekolah

Manfant Penelitian

  • Mengembangkan Kajian ilmu pengetahuan tentang konsep dan teori serta peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama. Dengan demikian akan menambah dan memperkaya khazannn intelektual dalam menganalisa kehidupan dan problematikanya. Dan dapat menambah wawasan di bidang ilmu psikologi, ilmu pendidikan, dan ilmu keislaman lainnya.
  • Suatu konsep ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Sebagai sumbangan pemikiran bagi masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki andil besar dalam mendidik anak.

Sistematika Penulisan

Skripsi ini terdiri dari lima bab dan setiap bab terdiri dari sub bab Pembahasan dengan Sistematika Penyusunan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pembatasan dan Perumusan Masalah

  • Pembatasan Masalah
  • Perumusan Masalah

Metode Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

BAB II KARAKTERISTIK ANAK USIA PRASEKOLAH

Poriode Perkembangan Pendidikan Anak Usia Pra Sekolah

Karakter Anak Usia Pra Sekolah

Kepribadian Anak Usia Pra Sekolah

BAB III NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Nilai Keimanan

Nilai Akhlak

Nilai Pendidikan Ibadah

Nilai Pendidikan Sosial Anak

Nilai Pendidikan Jiwa Takwa

BAB IV ORANG  TUA  DAN  PENANAMAN   NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH

Perlunya Menanamkan Nilai-Nilai Agama Pada Anak Usia Pra Sekolah

Cara-Cara Menanamkan Nilai-nilai Agama

  • Ganjaran
  • Hikayat-hikayat
  • Mcmanfaatkan Momen yang Tepat Untuk Mendidik
  • Kebiasaan Peribadatan
  • Keteladanan
  • Pendidikan Dengan Adat Kebiasaan
  • Nasihat
  • Hukuman

Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama

  • Orang Tua Sebagai Pendidik/Guru
  • Orang Tua Sebagai Teladan
  • Orang Tua Sebagai Pemimpin
  • Orang Tua Sebagai Teman

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Saran-Saran

DAFTAR PUSTAKA

Related Post & Sponsor: Skripsi Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nila-Nilai Agama Pada Anak Usia Pra Sekolah

Makalah Masalah Budaya Dalam Bahasa

Skripsi Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan

Skripsi Pelayanan Sarana Dan Prasarana Inventaris Kekayaan Milik Negara Dalam Rangka Menunjang Keberhasilan Belajar Mahasiswa

Makalah Kebijakan Publik

Skripsi Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Konsep Listrik Dinamis